droṇaḿ ca bhīṣmaḿ ca jayadrathaḿ ca
karṇaḿ tathānyān api yodha-vīrān
mayā hatāḿs tvaḿ jahi mā vyathiṣṭhā
yudhyasva jetāsi raṇe sapatnān
droṇam ca—juga Drona; Bhīṣmam ca—juga Bhīṣma; jayadrathamca—juga Jayadratha; karṇam—Karṇa; tathā—juga; anyān—lain-lain; api—pasti; yodha-vīrān—kesatria-kesatria yang berwibawa; mayā—oleh-Ku; hatān—sudah dibunuh; tvām—engkau; jahi—membinasakan; mā—jangan; vyathiṣṭhāḥ—merasa goyah;yudhyasva—hanya bertempur; jetā asi—engkau akan menang; raṇe—dalam pertempuran; sapatnān—musuh.
Setiap rencana dibuat oleh Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa begitu murah hati dan penuh karunia kepada para penyembah-Nya sehingga Beliau memberi penghargaan kepada para penyembahnya yang melaksanakan rencana-Nya yang menurut kehendak-Nya. Karena itu, kehidupan harus bergerak dengan cara sedemikian rupa supaya semua orang bertindak dalam kesadaran Krishna dan mengerti Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara seorang guru kerohanian. Rencana-rencana Tuhan Yang Maha Esa dimengerti atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, dan rencana-rencana para penyembah sebaik rencana-rencana Tuhan Yang Maha Esa. Sebaiknya orang mengikuti rencana-rencana itu dan berjaya dalam perjuangan hidup.