evam etad yathÄttha tvÄm
ÄtmÄnamÌ parameÅ›vara
drasÌ£tÌ£um icchÄmi te rÅ«pam
aiÅ›varamÌ purusÌ£ottama
evam—demikian; etat—ini; yathÄ—menurut kedudukannya yang sebenarnya; Ättha—sudah bersabda; tvÄm—Anda; ÄtmanÄm—Anda sendiri; parama -īśvara—o Tuhan Yang Maha Esa; drasÌ£tÌ£um—melihat icchÄmi—hamba ingin; te—milik Anda; rÅ«pam—bentuk; aiÅ›varam—rohani; purusÌ£a-uttama—o Kepribadian yang paling baik.
Krishna menyatakan bahwa oleh karena Beliau masuk di dalam alam semesta material dengan perwujudan pribadi-Nya, manifestasi alam semesta dimungkinkan dan berjalan terus. Arjuna diberi semangat dari pernyataan-pernyataan Krishna, tetapi untuk meyakinkan orang lain pada masa yang akan datang yang barangkali berpikir bahwa Krishna adalah manusia biasa, Arjuna ingin melihat Krishna benar-benar dalam bentuk semesta-Nya, untuk melihat bagaimana Krishna bertindak dari dalam alam semesta, walaupun Krishna berpisah dari alam semesta itu. Arjuna menyebutkan Krishna sebagai purusottama, dan itu juga bermakna. Oleh karena Krishna Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krishna bersemayam di dalam hati Arjuna sendiri. Karena itu, Krishna mengetahui keinginan Arjuna. Krishna dapat mengerti bahwa Arjuna tidak mempunyai keinginan istimewa untuk melihat Krishna dalam bentuk semesta-Nya, sebab Arjuna puas sepenuhnya untuk melihat Krishna dalam bentuk pribadi-Nya sebagai Krishna. Tetapi Krishna juga dapat mengerti bahwa Arjuna ingin melihat bentuk semesta untuk meyakinkan orang lain. Arjuna sendiri tidak mempunyai keinginan pribadi yang perlu dibenarkan. Krishna juga mengerti bahwa Arjuna ingin melihat bentuk semesta untuk menetapkan patokan, sebab pada masa yang akan datang banyak penipu akan menyamar sebagai penjelmaan-penjelmaan Tuhan. Karena itu, rakyat harus waspada; siapapun yang mengatakan Diri-Nya adalah Krishna harus bersedia memperlihatkan bentuk semestanya untuk membuktikan tuntutannya kepada rakyat.