maharṣayaḥ sapta pūrve
catvÄro manavas tathÄ
mad-bhÄvÄ mÄnasÄ jÄtÄ
yesÌ£ÄmÌ loka imÄhÌ£ prajÄhÌ£
mahÄ-rÌ£sÌ£ayaḥ—resi-resi yang mulia; sapta—tujuh; pÅ«rve—sebelumnya; catvÄraḥ—empat; mÄnavÄḥ—para Manu; tathÄ—juga; mat-bhÄvaḥ—dilahirkan dari-Ku;mÄnasaḥ—dari pikiran; jÄtÄḥ—dilahirkan; yesÌ£Äm—dari mereka; loke—di dunia; imÄḥ—segala ini; prajÄḥ—penduduk.
Krishna sedang memberikan ringkasan tentang silsilah penduduk alam semesta. Brahma adalah makhluk pertama yang dilahirkan dari tenaga Tuhan Yang Maha Esa, yang bernama Hiranyagarbha. Dari Brahma, terwujudlah tujuh resi yang mulia, dan sebelum mereka empat resi mulia lainnya yang bernama Sanaka, Sananda, Sanatana dan Sanat-kumara, dan para Manu. Dua puluh lima resi yang mulia tersebut terkenal sebagai leluhur para makhluk hidup di seluruh alam semesta. Jumlah alam semesta tidak terhingga, dan jumlah planet di dalam tiap-tiap alam semesta tidak dapat dihitung. Tiap-tiap planet penuh dengan berbagai jenis penduduk. Semuanya dilahirkan dari dua puluh lima leluhur tersebut. Brahma bertapa selama seribu tahun menurut perhitungan para dewa sebelum dia menginsafi bagaimana cara menciptakan atas karunia Krishna. Kemudian dari Brahma, muncullah Sanaka, Sananda, Sanatana dan Sanat-kumara, kemudian Rudra, dan kemudian tujuh resi. Dengan cara demikian, semua brahmaṇā dan ksatriya dilahirkan dari tenaga Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Brahma bernama Pitamaha, yang berarti kakek, dan Krishna terkenal sebagai Prapitamaha, yang berarti kakek moyang. Ini dinyatakan dalam Bab Sebelas dari Bhagavad-gita(11.39).