prahlādaś cāsmi daityānāḿ
kālaḥ kalayatām aham
mṛgāṇāḿ ca mṛgendro 'haḿ
vainateyaś ca pakṣiṇām
prahlādaḥ—Prahlada; ca—juga; asmi—Aku adalah; daityānām—di antara para raksasa; kālaḥ—waktu; kalayatām—di antara para penakluk; aham—Aku adalah; mṛgāṇām—di antara para binatang; ca—dan; mṛga-indraḥ—singa; aham—Aku adalah; vainateyah—Garuda; ca—juga; pakṣiṇām—diantara para burung.
Dewi
Diti dan Dewi Aditi adalah dua orang bersaudara. Putera-putera Aditi disebut
para Āditya, dan para putera Diti disebut para Daitya. Semua Āditya
adalah penyembah-penyembah Tuhan, sedangkan semua Daitya tidak percaya kepada
Tuhan. Walaupun Prahlada dilahirkan dalam keluarga para Daitya, dia seorang
penyembah Tuhan yang mulia sejak masa kanak-kanaknya. Oleh karena bhakti-Nya
dan sifatnya yang suci, Prahlada dianggap lambang utusan Krishna.
Ada banyak prinsip yang menaklukkan, tetapi waktu
mengikis segala benda di alam semesta. Karena itu, waktu adalah lambang
Krishna. Di antara banyak binatang, singalah yang paling perkasa dan ganas. Di
antara satu juta jenis burung, Garuda, kendaraan Sri Visnu, adalah burung
yang paling agung.