āyudhānām ahaḿ vajraḿ
dhenūnām asmi kāmadhuk
prājanaś cāsmi kandarpaḥ
sarpāṇām asmi vāsukiḥ
āyudhānām—di antara semua senjata; aham—Aku adalah; vajram—petir; dhenūnām—di antara sapi-sapi; asmi—Aku adalah; kāma-dhuk—sapi surabhi;prājanaḥ—penyebab berketurunan; ca—dan; asmi—Aku adalah; kandarpaḥ—dewa asmara; sarpāṇām—di antara ular-ular; asmi—Aku adalah; vāsukiḥ—Vāsuki.
Petir memang senjata yang perkasa. Petir adalah lambang kekuatan Krishna. Di Krishnaloka di angkasa rohani sapi-sapi yang dapat diperah pada setiap saat, dan sapi-sapi itu memberi susu sebanyak apa yang diinginkan seseorang. Tentu saja, sapi-sapi seperti itu tidak ada di dunia material ini, tetapi disebut bahwa sapi-sapi itu ada di Krishnaloka. Krishna memelihara banyak sapi-sapi seperti itu yang disebut surabhi. Dinyatakan bahwa Krishna sibuk mengembala sapi-sapi surabhi. Kandarpa adalah hawa nafsu untuk mendapat Putera-putera yang baik; karena itu Kandarpa adalah lambang Krishna. Kadang-kadang orang hanya mengadakan hubungan suami isteri untuk memuaskan indera-indera. Hubungan suami-isteri seperti itu bukan lambang Krishna. Tetapi hubungan suami-isteri untuk mendapatkan anak yang baik disebut Kandarpa, dan Kandarpa itu adalah lambang Krishna.