aÅ›vatthahÌ£ sarva-vrÌ£ksÌ£ÄnÌ£ÄmÌ
devarṣīnÌ£ÄmÌ ca nÄradahÌ£
gandharvÄnÌ£ÄmÌ citrarathahÌ£
siddhÄnÄmÌ kapilo munihÌ£
aÅ›vatthaḥ—pohon beringin; sarva-vrÌ£ksÌ£ÄnÌ£Äm—di antara semua pohon; deva-rÌ£ṣīnÌ£Äm—di antara semua resi di kalangan dewa; ca—dan; nÄradaḥ—NÄrada;gandharvÄnÌ£Äm—di antara para warga planet Gandharva; citrarathaḥ—Citraratha; siddhÄnÄm—di antara semua makhluk yang sudah mencapai kesempurnaan; kapilah muniḥ—Kapila Muni.
Pohon beringin (asvattha) adalah salah satu di antara pohon-pohon yang paling tinggi dan paling indah, dan banyak pengikut Veda memuja pohon itu sebagai salah satu ritual yang dilakukan pagi-pagi setiap hari. Di antara para dewa, mereka juga menyembah Nārada, penyembah yang paling mulia di alam semesta. Karena itu, Nārada adalah perwujudan Krishna sebagai seorang penyembah. Planet Gandharva penuh dengan makhluk yang menyanyi dengan merdu sekali, dan di antara semuanya, penyanyi terbaik adalah Citraratha. Di antara semua makhluk hidup yang sempurna, Kapila putera Devahuti, adalah perwujudan dari Krishna. Kapila adalah penjelmaan dari Krishna, dan filsafat Kapila disebut dalam Srimad-Bhagavatam. Kemudian ada orang lain yang bernama Kapila yang menjadi terkenal, tetapi filsafat Kapila yang kedua tidak percaya kepada Tuhan. Karena itu, ada perbedaan besar antara Kapila yang pertama dan Kapila yang kedua.