aham ÄtmÄ gudÌ£ÄkeÅ›a
sarva-bhÅ«tÄÅ›aya-sthitahÌ£
aham ÄdiÅ› ca madhyamÌ ca
bhÅ«tÄnÄm anta eva ca
aham—Aku; ÄtmÄ—sang roh; gudÌ£ÄkeÅ›a—wahai Arjuna; sarva-bhÅ«ta—semua makhluk hidup; ÄÅ›aya-sthitaḥ—bersemayam di dalam hati; aham—Aku adalah;Ädiḥ—asal mula; ca—juga; madhyam—pertengahan; ca—juga; bhÅ«tÄnÄm—semua makhluk hidup; antaḥ—akhir; evÄ—pasti; ca—dan.
Dalam ayat ini Arjuna disebut Gudakesa, yang berarti orang yang sudah menaklukkan kegelapan tidur." Tidak mungkin orang yang sedang tidur yang kegelapan dalam kebodohan mengerti bagaimana Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa mewujudkan Diri-Nya dengan berbagai cara di dunia material dan di dunia rohani. Karena itu, sapaan Krishna kepada Arjuna bermakna. Oleh karena Arjuna berada di atas kegelapan seperti itu, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa berkenan menguraikan berbagai kehebatan-Nya.
Pertama-tama Krishna memberitahukan kepada Arjuna bahwa Krishna adalah nyawa seluruh manifestasi alam semesta melalui penjelmaan yang utama dari Diri-Nya. Sebelum ciptaan material, Tuhan Yang Maha Esa menjelma sebagai penjelmaan para purusa melalui penjelmaan-Nya yang berkuasa penuh dan segala sesuatu mulai dari Beliau. Karena itu, Krishna adalah atma, atau nyawa mahat-tattva, yaitu unsur-unsur alam semesta. Keseluruhan tenaga material bukan sebab ciptaan; sebenarnya MahaVisnu masuk ke dalam mahat-tattva, atau keseluruhan tenaga material. Krishna adalah roh alam semesta. Bila MahaVisnu masuk ke dalam alamsemesta-alamsemesta yang diwujudkan, sekali lagi Beliau mewujudkan diri sebagai Roh Yang Utama di dalam hati setiap makhluk hidup. Kita mengalami bahwa badan pribadi makhluk bernyawa karena adanya bunga api rohani. Tidak mungkin badan berkembang tanpa adanya bunga api rohani. Begitu pula, manifestasi material tidak dapat berkembang kecuali Roh Yang Utama, Krishna, masuk ke dalamnya. Sebagaimana dinyatakan dalam Subala Upanisad, prakrty-adisarva-bhūtantaryami sarvasesi ca narayanah: Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa berada di dalam semua alam semesta yang diwujudkan sebagai Roh Yang Utama." Tiga purusaavatara diuraikan dalam Srimad-Bhagavatam. Tiga purusa avatara tersebut juga diuraikan dalam Satvatatantra. Visnu tu trini rupani purusakhyany atho viduh: Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa mewujudkan tiga aspek sebagai KaranodakaUayi Visnu, Garbhodakakasayi Visnu dan KsirodakaUayi Visnu dalam manifestasi material ini. MahaVisnu, atau KaranodakaUayi Visnu diuraikan dalam Brahma-samhita (5.47). Yah karanarnavajale bhajati sma yoganidram: Tuhan Yang Maha Esa, Krishna, sebab segala sebab, berbaring dalam lautan semesta sebagai MahaVisnu. Karena itu, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa adalah awal alam semesta ini, pemelihara manifestasi-manifestasi alam semesta, dan akhir segala tenaga.