svayam evÄtmanÄtmÄnamÌ
vettha tvamÌ purusÌ£ottama
bhÅ«ta-bhÄvana bhÅ«teÅ›a
deva-deva jagat-pate
svayam—secara pribadi; evÄ—pasti; ÄtmanÄ—oleh Anda Sendiri; ÄtmanÄm—Anda Sendiri; vettha—mengenal; tvÄm—Anda; purusÌ£a-uttama—o Kepribadian Yang Paling Utama; bhutabhÄvanÄ—o Asal Mula segala sesuatu; bhÅ«ta-īśa—o Tuhan Yang Maha Esa; deva-deva—o Penguasa semua dewa;  jagat-pate—o Penguasa seluruh jagat.
Tuhan Yang Maha Esa Krishna dapat dikenal oleh orang yang mempunyai hubungan dengan Beliau melalui pelaksanaan bhakti, seperti Arjuna dan para pengikutnya. Orang yang berjiwa jahat atau tidak percaya kepada Tuhan tidak dapat mengenal Krishna. Angan-angan yang membawa seseorang makin jauh dari Tuhan Yang Maha Esa adalah dosa yang berat, dan orang yang belum mengenal Krishna hendaknya janganlah mencoba menafsirkan Bhagavad-gita. Bhagavad-gita adalah pernyataan Krishna. Oleh karena Bhagavad-gita adalah ilmu pengetahuan tentang Krishna, Bhagavad-gita harus dimengerti dari Krishna sebagaimana Bhagavad-gita dimengerti oleh Arjuna. Sebaiknya jangan menerima Bhagavad-gita dari orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebagaimana dinyatakan dalam Srimad-Bhagavatam (1.2.11):
vādānti tat tattva-vidas
tattvaḿ yaj jñānam advayam
brahmeti paramātmeti
bhagavān iti śabdyate
Kebenaran Yang Paling Utama diinsafi dalam tiga aspek: Sebagai Brahman yang tidak bersifat pribadi, Paramatma yang berada dalam setiap tempat dan akhirnya sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, pada tingkat terakhir pengertian terhadap Kebenaran Mutlak, seseorang mencapai kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Orang awam ataupun orang yang sudah mencapai pembebasan yang sudah menginsafi Brahman yang tidak bersifat pribadi atau Paramatma yang berada dalam di tempat-tempat tertentu, mungkin belum mengerti Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, orang seperti itu dapat berusaha untuk mengerti Kepribadian Yang Paling Utama dari ayat-ayat Bhagavad-gita, yang disabdakan oleh Kepribadian tersebut, yaitu Sri Krishna. Kadang-kadang orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan mengakui Krishna sebagai Bhagavan, atau mereka mengakui kekuasaan Krishna. Namun banyak orang yang sudah mencapai pembebasan belum dapat mengerti Krishna sebagai Purusottama, Kepribadian Yang Paling Utama. Karena itu, Arjuna menyebutkan Krishna dengan nama Purusottama. Namun mungkin seseorang belum mengerti bahwa Krishna adalah ayah bagi semua makhluk hidup. Karena itu, Arjuna menyebutkan Krishna dengan nama Bhutabhāvanā. Dan kalau seseorang mengenal Krishna sebagai ayah makhluk hidup, mungkin dia belum mengenal Krishna sebagai Yang Mahakuasa; karena itu, Krishna disebut di sini sebagai Bhutesa, atau Kepribadian Yang Mahakuasa yang mengendalikan semua orang. Walaupun seseorang mengenal Krishna sebagai yang mengendalikan semua makhluk hidup, mungkin dia belum mengetahui bahwa Krishna adalah sumber semua dewa. Karena itu, di sini Krishna disebut Devadeva, atau Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh semua dewa. Kalaupun seseorang mengenal Krishna sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh semua dewa, mungkin ia belum mengetahui bahwa Krishna adalah Pemilik utama segala sesuatu; karena itu, Krishna disebut Jagatpati. Dengan cara demikian, kebenaran tentang Krishna dimantapkan dalam ayat ini oleh keinsafan Arjuna, dan hendaknya kita mengetahui langkah-langkah Arjuna untuk mengerti Krishna menurut kedudukan Krishna yang sebenarnya.