tatrāpaśyat sthitān pārthaḥ
pitṝn atha pitāmahān
ācāryān mātulān bhrātṝn
putrān pautrān sakhīḿs tathā
śvaśurān suhṛdaś caiva
senayor ubhayor api
tatra—di sana; apaśyat—dia melihat; sthitān—berdiri; pārthah—Arjuna; pitṝn—ayah-ayah; atha—juga; pitāmahān—kakekkakek; ācāryān—guru-gurunya;mātulān—paman-paman dari keluarga ibu; bhrātṝn—saudara-saudara; putrān—Putera-putera; pautrān—cucu-cucu; sakhīn—kawan-kawan; tathā—juga; śvaśurān—mertua-mertua; suhṛdaḥ—orang yang mengharapkan kesejahtraan; ca—juga; evā—pasti; senayoh—antara-tentara; ubhayoḥ—antara kedua belah pihak; api—termasuk.
Di medan perang Arjuna dapat melihat semua sanak keluarganya. Arjuna dapat melihat rekan ayahnya seperti Bhurisrava, kakeknya seperti Bhīṣma dan Somadatta, guru-guru seperti Dronacarya dan Krpacarya, paman-paman dari keluarga ibu seperti Salya dan Sakuni, saudarasaudara seperti Duryodhana, Putera-putera seperti Laksmana, kawan-kawan seperti Asvatthama, orang yang mengharapkan kesejahteraannya seperti Krtavarma, dan lain-lain. Arjuna juga dapat melihat banyak kawannya di tengah-tengah tentara-tentara itu.