anantavijayaḿ rājā
kuntī-putro yudhiṣṭhiraḥ
nakulaḥ sahadevaś ca
sughoṣa-maṇipuṣpakau
kāśyaś ca parameṣv-āsaḥ
śikhaṇḍī ca mahā-rathaḥ
dhṛṣṭadyumno virāṭaś ca
sātyakiś cāparājitaḥ
drupado draupadeyāś ca
sarvaśaḥ pṛthivī-pate
saubhadraś ca mahā-bāhuḥ
śańkhān dadhmuḥ pṛthak pṛthak
ananta-vijayam—kerang yang bernama Ananta-vijaya; rājā—raja ; kuntī-putraḥ—putera Kuntī ; yudhiṣṭhiraḥ—Yudhiṣṭhira; nakulaḥ—Nakula; sahadevaḥ—Sahadeva; ca—dan; sughoṣa-maṇipuṣpakau—kerang-kerang bernama Sughosa dan Manipuspaka; kasyah—Raja Kāśī (Vārāṇasī); ca—dan; parama-iṣu-āsaḥ—pemanah yang berwibawa; śikhaṇḍī—Śikhaṇḍī; ca—juga; mahā-rathaḥ—orang yang dapat bertempur sendirian dengan melawan beribu-ribu orang;dhṛṣṭadyumnaḥ—Dhṛṣṭadyumna (putera dari raja Drupada); viratāḥ—Virata (pangeran yang memberi perlindungan kepada para Pandava selama mereka sedang menyembunyikan diri); ca—juga; sātyakiḥ—Sātyaki (sama dengan Yuyudhāna, kusir kereta Sri Krishna); ca—dan; apa rajitaḥ—yang belum pernah dikalahkan;drupadāḥ—Drupada, rājā Pāñcāla; draupadeyāḥ—Putera-putera Draupadi; ca—juga; sarvāsaḥ—semuanya; prthivi-pate—wahai baginda raja ; saubhadrah—Abimanyu, putera Subhadra; ca—juga; mahā-bāhuḥ—yang berlengan perkasa; śańkhān—kerang-kerang; dadhmuh—meniup; pṛthak pṛthak—sendiri-sendiri.
Sañjaya memberitahukan kepada Rājā Dhṛtarāṣṭra secara sopan sekali bahwa siasatnya yang kurang bijaksana, yaitu menipu putera-putera Pāṇḍu dan berusaha menobatkan putera-puteranya sendiri di atas tahta kerajaan bukanlah perbuatan yang terpuji. Tanda-tanda sudah menunjukkan dengan jelas bahwa seluruh keluarga besar Kuru akan terbunuh dalam perang yang besar itu. Mulai dari leluhur, yaitu Bhīṣma, sampai dengan cucu-cucu seperti Abimanyu dan lain-lain termasuk raja-raja dari banyak negara di dunia semua hadir di sana, dan semuanya pasti akan gugur. Seluruh musibah tersebut disebabkan oleh Rājā Dhṛtarāṣṭra, karena dialah yang memberi semangat untuk kebijakan yang diikuti oleh Putera-puteranya.